Library News
Do you know a Dutch company unintentionally helped the spread of Indonesian Language all over the Dutch indies because they were efficient?
It's true! From 1602 - 1799 Indonesia was colonized not by the Kingdom of the Netherlands but by a company called The Dutch East India Company or Dutch Vereenigde Oost-Indische Compagnie (V.O.C.), the first known conglomerate in the world.
As a company, the VOC decided that it was more cost efficient to just use the Malay Language as the official language in the VOC offices in all islands of Indonesia, rather than trying to teach Dutch Language to all different local ethnic groups. Therefore, the VOC helped make the Malay language (later become Indonesian Language) the official unification language used by people from Sumatra all the way to Dutch New Guinea (now Papua).
And this helped spread the spirit of nationality among the islands of Indonesia.
As Christian, we believe that God works through human history. Story about the birth of Indonesia is a part of His Story. Story of our birth is also a part of His Story, including the place where we were born.
Some characters in The Bible were called by God to live in a “foreign” place, mingled with the natives and became a blessing there. In Jeremiah 29, God spoke through Jeremiah telling the Israelites to stay in Babylon, at that time they were actually captured by King Nebuchadnezzar and living as exiled. God told the Israelites to stay, seek peace and pray for the place where they were carried. Like Esther, who was called to join in a pagan beauty contest of the Babylonians, marry a gentile king and at the end have a part in saving the Israelites. Like Daniel, who was called to serve three Non-Jewish kings. We are also called to take part in God’s Story for Indonesia, to bring “Light” into this nation. Hopefully, we are inspired by the characters in the Bible, not live building a fortress and become a stumbling block that keeps the local people from knowing God.
Let our story of God’s grace include the place and time where He put us now.
For this is what the Lord has commanded us:
“‘I have made you a light for the Gentiles,
that you may bring salvation to the ends of the earth.”
(Act 13: 47 - NIV)
In October, the Library will join in Celebrating Indonesian Language and Literature Month.
Reference and Source:
- “You Were Born For Such A Time As This - Esther 4:14” (2023, August 13). Retrieved from https://agfaithchapel.org/bible-verses-list/esther-4-14
- Wibisono (2020, October 6) “Why Indonesia Never Really Become Dutch, But Is Now Becoming Anglicised” [Magazine article]. Retrieved from https://www.the-low-countries.com/article/why-indonesia-never-really-became-dutch-but-is-now-becoming-anglicised
- Mustakim (2022, January 22). “Bahasa Sebagai Jati Diri Bangsa” [Website article]. Retrieved from: https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/780/bahasa-sebagai-jati-diri-bangsa
- “Bulan Oktober, Bulan bahasa dan Sastra” (2019, October 10). Retrieved from https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/10/bulan-oktober-bulan-bahasa-dan-sastra
- (Mr. Zorin, personal communication, September 23, 2023)
BERITA LIBRARY
Tahukah anda bahwa sebuah perusahaan Belanda secara tidak sengaja membantu penyebaran Bahasa Indonesia ke seluruh pulau-pulau Hindia Belanda karena mereka efisien?
Itu benar! Sejak tahun 1602 - 1799, Indonesia dikuasai bukan oleh pemerintah Kerajaan Belanda tetapi oleh sebuah perusahaan bernama The Dutch East India Company or Dutch Vereenigde Oost-Indische Compagnie (V.O.C.), sebuah konglomerasi pertama di dunia.
Sebagai sebuah perusahaan, VOC memutuskan bahwa lebih efisien apabila mereka menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi perusahaan di pulau-pulau Hindia Belanda, daripada mengajarkan Bahasa Belanda kepada suku-suku lokal. Dengan demikian, VOC telah membantu menjadikan Bahasa Melayu (kemudian menjadi bahasa Indonesia) sebagai bahasa resmi pemersatu yang digunakan oleh semua orang dari Sumatra sampai ke Nugini Belanda (sekarang Papua).
Dan ini membantu menyebarkan bibit kebangsaan di seluruh kepulauan Indonesia.
Sebagai umat Kristiani, kita percaya bahwa Tuhan bekerja dalam sejarah manusia. Kisah kelahiran bangsa Indonesia merupakan bagian dari Kisah-Nya. Kisah kelahiran kita pun juga merupakan bagian dari Kisah-Nya, termasuk tempat dimana kita dilahirkan.
Beberapa tokoh-tokoh di Alkitab ditempatkan Tuhan untuk hidup di tempat “asing”, membaur dengan penduduk lokal dan menjadi berkat disana. Dalam Yeremia 29, Tuhan berkata melalui Yeremia kepada bangsa Israel untuk tinggal di Babilonia, dimana mereka sebetulnya ditangkap oleh Raja Nebukadnezar dan hidup dalam pembuangan. Tuhan menyuruh orang Israel untuk tinggal, membawa damai dan mendoakan tempat dimana mereka dibuang. Seperti Ester yang dipanggil untuk mengikuti ritual pemilihan ratu kecantikan bangsa Babilonia, menikah dengan raja kafir, dan akhirnya dapat ikut berperan menyelamatkan bangsa Israel. Seperti Daniel yang dipanggil untuk melayani tiga orang raja bukan Yahudi. Kita juga dipanggil untuk ikut berperan serta di dalam Kisah Tuhan untuk Indonesia, untuk membawa “Terang” kepada bangsa ini. Semoga kita terinspirasi dari kisah tokoh-tokoh Alkitab, dan tidak hidup membentengi diri dan malah menjadi batu sandungan yang menghalangi masyarakat lokal mengenal Tuhan.
Biarlah cerita kita tentang Kasih Karunia Tuhan mengikut-sertakan tempat dan waktu dimana Dia menempatkan kita sekarang.
Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami:
“Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”
(Kisah Para Rasul 13:47 - TB)
.Bulan Oktober ini Library ikut merayakan Bulan Bahasa Indonesia dan Sastra
Referensi dan Narasumber:
- “You Were Born For Such A Time As This - Esther 4:14” (13 Agustus, 2023). Diambil dari: https://agfaithchapel.org/bible-verses-list/esther-4-14
- Wibisono (6 Oktober, 2020) “Why Indonesia Never Really Become Dutch, But Is Now Becoming Anglicised”. Diambil dari: https://www.the-low-countries.com/article/why-indonesia-never-really-became-dutch-but-is-now-becoming-anglicised
- Mustakim (22 Januari, 2022). “Bahasa Sebagai Jati Diri Bangsa”. Diambil dari: https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/780/bahasa-sebagai-jati-diri-bangsa
- “Bulan Oktober, Bulan bahasa dan Sastra” (10 Oktober, 2019). Diambil dari: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/10/bulan-oktober-bulan-bahasa-dan-sastra
- (Mr. Zorin, wawancara pribadi, 23 September 2023)


